Mendengar judulnya, tentu semua dari kita akan langsung teringat pada buku sebelumnya dari Hanum Rais, 99 Cahaya di Langit Eropa. Karena buku tersebut luar biasa, tentunya ekspektasi awal terhadap buku ini tinggi. Sempat ragu di awal, saya sempat mengira buku ini lebih ke arah novel biasa daripada novel Islami. Hal tersebut didasari dari perbedaan genre buku di cover belakang, yang pada buku ini hanya tertulis ‘novel’, sedangkan pada buku 99 Cahaya tertulis ‘fiksi/novel islami’. Tapi rasa penasaran membuat saya tetap beli dan baca buku ini, dan ternyata I love it ..
Satu hal yang menjadi benang merah dari buku ini adalah tragedi 9/11. Sebuah tragedi yang menurut buku ini menimbulkan banyak perubahan terhadap Amerika. Membuat banyak hal kecil yang dikhawatirkan. Membuat banyak tenaga dan usaha terbuang untuk hal yang ternyata remeh. Semua itu karena ketakutannya akan terulangnya hal serupa. Ya, Islam dan Amerika, yang ‘berubah’ hubungannya setelah 9/11.
Buku ini memang sebuah novel, dengan single-time-frame nya, ceritanya begitu indah. Alur ceritanya dramatis sekali. Di chapter-chapter akhir, saya benar-benar semangat dan penasaran sampe gak bisa berhenti, dan bahkan meneteskan air mata. Hal itu lah membuat saya, yang awalnya mengira buku ini novel yang diangkat dari kisah nyata, bertanya-tanya “kok kebetulannya luar biasa banget ya?” Ternyata novel ini memang berbeda dengan pendahulunya. Silahkan dibaca dulu, penulis akan menjelaskannya di bagian akhir buku. Ssst, tapi bukan berarti isinya tidak luar biasa. Bukan berarti hanya cerita saja. Novel ini benar-benar membuka pengetahuan saya tentang kondisi yang terjadi di Amerika dari mulai 9/11, terutama terhadap Islam dan muslim. Bahkan novel ini akhirnya membuat saya penasaran berat sama tragedi 9/11, yang saat itu mungkin saya masih terlalu kecil jadi gak tau apa-apa.
***
Cerita ini berawal dari sebuah kesempatan yang pada saat bersamaan diperoleh Hanum dan Rangga. Kesempatan untuk bertugas mengunjungi Amerika. Hanum, sang jurnalis bertugas meliput tentang tragedi 9/11, 8 tahun setelah kejadian itu. Rangga, yang sedang mengambil S3 di Wina mendapat kesempatan mempresentasikan papernya di DC. Mungkin memang Allah sudah mengaturnya, sehingga sepasang suami-istri ini bisa menemukan sejuta kisah tentang Islam dan Amerika.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar